<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Subhan Afifi</title>
	<atom:link href="http://subhanafifi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://subhanafifi.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2009 06:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='subhanafifi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Subhan Afifi</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://subhanafifi.wordpress.com/osd.xml" title="Subhan Afifi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://subhanafifi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Inspiring Words</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/10/inspiring-words/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/10/inspiring-words/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 07:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/10/inspiring-words</guid>
		<description><![CDATA[Betapa mudah kita mengeluarkan kata-kata. Tanpa berfikirpun puluhan, ratusan bahkan ribuan kata sanggup kita rangkai dan kita umbar begitu saja. Tetapi, tahukah kita makna kata-kata bagi pendengarnya. Bisa jadi satu atau beberapa kata yang keluar dari mulut kita, mampu membuat orang bersedih, menangis, terluka hatinya, merasa tak berguna, atau bahkan terhina. Juga sebaliknya, rangkaian kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=74&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Betapa mudah kita mengeluarkan kata-kata. Tanpa berfikirpun puluhan, ratusan bahkan ribuan kata sanggup kita rangkai dan kita umbar begitu saja. Tetapi, tahukah kita makna kata-kata bagi pendengarnya. Bisa jadi satu atau beberapa kata yang keluar dari mulut kita, mampu membuat orang bersedih, menangis, terluka hatinya, merasa tak berguna, atau bahkan terhina. Juga sebaliknya, rangkaian kata bisa menggerakkan dan menginspirasi banyak orang.<span id="more-74"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin kata-kata yang keluar dari mulut saya berkategori yang kedua. Bermanfaat dan memberi inspirasi untuk kebaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawah ini penuturan seorang sahabat saya, <a href="http://jonru.multiply.com/">Jonru</a>, yang menulis dalam blognya tentang kata-kata saya yang pernah tertangkap 2 daun telinganya. Subhanallah ! Saya sendiri lupa, kapan saya berkata-kata seperti itu. Ini yang membuat saya ingin semakin berhati-hati. Bahwa rangkaian kata sungguh berarti. (***Subhan Afifi)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jonru.multiply.com/journal/item/385">Ini Dia, Para Inspirator Saya !</a></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh : Jonru</p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang, keputusan saya untuk <a href="http://jonru.multiply.com/journal/item/381" target="_blank">keluar dari status sebagai pekerja kantoran</a> , antara lain dipengaruhi oleh beberapa orang, yang saya sebut sebagai inspirator. Merekalah &#8211; antara lain- yang membuat saya begitu menggebu-gebu untuk segera mewujudkan keinginan menjadi &#8220;manusia bebas&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka adalah (maaf jika ada nama yang terlupa):</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">1. Onno W Purbo<br />
</span></strong>Sejak beberapa tahun lalu, Pakar TI kita yang satu ini telah memutuskan untuk menjadi <em>full time writer</em> . Saya berpikir, &#8220;Jika Pak Onno bisa, kenapa saya tidak?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">2. Sony Set<br />
</span></strong>Saya pertama kali mengenalnya ketika beberapa tahun lalu <a href="http://groups.yahoo.com/group/layarkata/" target="_blank">Komunitas Layar Kata</a> mengadakan Kopi Darat di Jakarta, sekaligus diskusi film &#8220;Eliana Eliana&#8221;. Di sana kami berbincang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menceritakan dirinya yang telah meninggalkan status sebagai manajer TI di sebuah perusahaan, demi mengejar karir sebagai penulis skenario profesional. Hm, MANAJER adalah posisi yang sangat strategis dan sangat mapan. Tapi Sony Set berani meninggalkan itu. Sedangkan saya? Di kantor saya hanya kuli, staf level terendah. Seharusnya saya lebih berani dari dia!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">3. Valentino Dinsi</span></strong> lewat bukunya &#8220;Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian&#8221;<br />
Terus terang, saya belum selesai membaca buku ini. Tapi membaca judulnya saja, saya sudah sangat terinspirasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">4. Subhan Afifi</span></strong><br />
Dia adalah sahabat saya, kini menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Selain mengajar, dia juga berbisnis dan sukses berat. Dia pernah berkata seperti ini pada saya, &#8220;Coba dihitung-hitung berapa jumlah uang yang kita keluarkan untuk kuliah. Lalu kita bandingkan dengan gaji sebagai pekerja kantoran. Ternyata jumlahnya sangat tidak sebanding. Dari segi materi, jumlah penghasilan kita sebagai pekerja kantoran sangat tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya kuliah kita dulu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Hm&#8230; saya memang tidak pernah menghitung secara pasti. Tapi fakta berbicara bahwa tak ada karyawan atau pegawai negeri yang bisa jadi kaya raya, kecuali (menurut buku Valentino Dinsi) jika mereka:</p>
<p style="text-align:justify;">1. mendapat warisan<br />
2. menikah dengan orang kaya<br />
3. menang undian<br />
4. punya bisnis sampingan<br />
5. korupsi</p>
<p>Tambahan dari saya:<br />
6. meminta bantuan jin</p>
<p style="text-align:justify;">Hm lagi&#8230; berapa gaji Anda saat ini? Katakanlah Rp 5 juta perbulan. Ini adalah jumlah yang cukup besar, sebab gaji saya di CBN dulu masih jauh di bawah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahukah Anda berapa harga Anda dalam sejam? Untuk gaji Rp 5 juta perbulan, tenaga Anda dihargai Rp 30 ribu perjam! Ini masih menurut hitung-hitungan di buku Valentino Dinsi, lho&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekadar perbandingan, saya pernah menjadi pembicara dalam acara pelatihan pengelolaan website di tiga kota, dan honor saya perjam adalah Rp 400 ribu! Bahkan, saya pernah mendapat bayaran sebesar satu kali gaji saya dari sebuah pelatihan penulisan yang diadakan oleh Bank Indonesia(*).</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi-lagi hm&#8230; masihkah Anda bangga terhadap gaji Rp 5 juta bahkan 10 juta perbulan?</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih banyak Subhan, sahabatku. Ucapan kamu dulu itu memang benar banget!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga makin yakin dengan bunyi salah satu hadits:<br />
<em>&#8220;Sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah dari berdagang.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">5. Dudun Parwanto</span></strong><br />
Dia ini sahabat saya juga. Dulu dia menjadi wartawan, lalu memutuskan untuk membentuk perusahaan sendiri yang bergerak di bidang jasa penulisan. Dia banyak mengajari saya tentang strategi berwirausaha. Setiap kali ngobrol dengannya, keinginan saya untuk segera berwirausaha pun langsung menggebu-gebu lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dudun adalah salah seorang sahabat yang sering saya curhati mengenai kebosanan saya terhadap pekerjaan kantor. Dan dia selalu menyarankan, &#8220;Kamu memang harus keluar dari sana, tapi tidak sekarang. Coba kumpulkan dulu modal yang banyak, sebagai bekal berwirausaha.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">6. Dani Sumarsono</span></strong><br />
Dia adalah direktur utama <a href="http://www.cbn.net.id/" target="_blank">CBN</a>, kantor saya dulu. Mungkin dia merasa menyesal ketika mengetahui bahwa salah satu ucapan dia yang bertujuan agar semua orang betah menjadi karyawan di perusahaannya, justru berakibat sebaliknya: <strong><span style="color:red;">Saya ingin segera keluar dari sana!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada sebuah pertemuan akbar dengan seluruh karyawan beberapa bulan lalu, Pak Dani yang orangnya sangat religius ini berkata, &#8220;Kemapanan adalah sesuatu yang sangat berbahaya.&#8221; Dia mengasumsikan bahwa posisi kami di CBN saat ini adalah posisi yang sangat mapan. Karena itu, dia mengajak semua karyawan untuk tidak merasa keenakan. Kemapanan akan membuat kita manja dan lupa diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbekal konsep ini, Pak Dani mengajak kami untuk meningkatkan prestasi, bekerja sebaik mungkin, agar di masa mendatang kami dapat memiliki karir yang jauh lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Hm, ternyata saya mempersepsikan ucapan dia ini dengan cara berbeda. Saya setuju dengan ucapannya itu, tapi di dalam hati saya berkata, &#8220;Saya selama ini sudah sangat mapan di CBN. Ini tentu sangat berbahaya. Karena itulah, saya harus segera menyelamatkan diri. Saya harus segera keluar dari tempat yang sangat mapan ini. Saya akan memilih sebuah kehidupan baru yang sangat tidak mapan. Sebab ketidakmapanan ternyata jauh lebih aman.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Thanks a lot, Pak Dani. You are a very great person!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">7. Taufik Sasongko</span></strong><br />
Sejak dulu, saya seringkali mendapat tawaran kerjasama bisnis dari banyak orang. Tapi tak ada yang berhasil. Bahkan, banyak di antaranya yang omdo alias omongan doang. Tapi Pak Taufik ini beda banget. Tanpa banyak omong, dia sudah sering melibatkan saya dalam proyek-proyek bisnisnya. Yang paling menonjol adalah kerjasama kami dalam mengelola <a href="http://www.mediaoptimis.com/" target="_blank">Majalah Optimis</a> .</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya Pak Taufik hanya pengusaha kecil. Ia mengelola usaha desain grafis dan percetakan yang sudah berjalan selama lebih kurang dua tahun. Ia dan keluarganya masih ngontrak di rumah petak yang sangat kecil. Tapi Pak Taufik adalah orang yang sangat kreatif, percaya diri, ulet dan profesional dalam berbisnis. Sejak bermitra dengannya, saya merasa makin mantap untuk segera berwirausaha.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">8. Mas Alwin</span></strong><br />
Pertemuan dan keakraban kami boleh dibilang berlangsung sangat singkat. Tapi dalam waktu sesingkat itu, saya merasa sangat cocok bersahabat dan berbisnis dengannya. Usaha yang ia kelola, <a href="http://www.naskahmobile.com/" target="_blank">Zabit Mobile Book</a>, bagi saya merupakan sebuah bisnis yang sangat prospektif. Dan saya bersyukur karena saya akhirnya diberi kesempatan untuk bergabung dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">9. Rini Nurul Badariah</span></strong><br />
<a href="http://rinurbad.multiply.com/" target="_blank">Dia</a> adalah sahabat yang saya kenal via internet sejak tahun 2000 lalu. Kami sudah sangat akrab dan saling percaya, tapi anehnya belum pernah ketemu sekalipun. Keuletan dan keberhasilan Rini sebagai seorang penulis lepas membuat saya sangat terinspirasi dan ingin segera mengikuti jejaknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">10. Mr. X</span></strong><br />
Maaf, saya tak bisa menyebutkan namanya karena alasan &#8220;perlindungan privasi&#8221;. Yang jelas, Mr. X ini adalah seorang penulis yang cukup terkenal, dan beberapa bukunya sempat menjadi <em>best seller</em>. Bahkan, salah satu bukunya telah menjadi <em>trend setter</em> bagi buku-buku nonfiksi untuk remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu, saya menelepon beliau dan kami berbincang cukup lama. Ada satu ucapan dia yang membuat saya tertegun, &#8220;Saya sekarang lagi tak punya pekerjaan, Mas. Untuk penghasilan, saat ini saya hanya mengandalkan royalti tulisan-tulisan saya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Hm&#8230; di satu sisi saya merasa prihatin mendengar cerita ini. Tapi di sisi lain saya berkata di dalam hati, &#8220;Hm&#8230; berarti memang benar! Menjadi penulis itu bisa hidup! Kita bisa hidup hanya dengan mengandalkan royalti naskah! Jadi buat apa saya takut kekurangan rezeki? Saya adalah penulis, dan ini adalah lahan rezeki yang sangat subur.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">* * *</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sepuluh orang di atas. Mereka adalah orang-orang yang sangat hebat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
Cilangkap, 11 April 2007</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jonru</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;"><br />
</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=74&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/10/inspiring-words/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Cepat Dapat Gelar</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/07/cara-cepat-dapat-gelar/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/07/cara-cepat-dapat-gelar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 01:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/07/cara-cepat-dapat-gelar</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kawan di sebuah pulau yang makmur berkirim sms kepada saya. “Ini bisnis,” katanya. Intinya, ada beberapa pejabat di pulau itu ingin melanjutkan S2 dengan model by research, hanya mengerjakan tesis. Tapi beliau-beliau super sibuk, sehingga mencari orang yang mau dan mampu mengerjakannya dengan imbalan rupiah tentu saja. “Kalau Abang mau, nanti saya hubungkan,” tulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=73&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://subhanafifi.files.wordpress.com/2009/08/azzam-wisuda.jpg"><img src="http://subhanafifi.files.wordpress.com/2009/08/azzam-wisuda.jpg?w=225" border="0" alt="" /></a>Seorang kawan di sebuah pulau yang makmur berkirim sms kepada saya. “Ini bisnis,” katanya. Intinya, ada beberapa pejabat di pulau itu ingin melanjutkan S2 dengan model by research, hanya mengerjakan tesis. Tapi beliau-beliau super sibuk, sehingga mencari orang yang mau dan mampu mengerjakannya dengan imbalan rupiah tentu saja. “Kalau Abang mau, nanti saya hubungkan,” tulis sang kawan. Tentu saja kawan itu salah alamat. Kontan saja saya balas sms-nya bertubi-tubi, mengingatkan bahwa itulah kejahatan intelektual sebenarnya. Orang koq ingin dapat gelar dengan cara pintas.<span id="more-73"></span></p>
<div style="text-align:justify;">Beberapa waktu kemudian, saya menguji skripsi seorang calon sarjana. Tulisan dari hasil penelitian itu standar-standar saja, seperti kebanyakan skripsi mahasiswa yang pernah saya temui. Hati agak kurang nyaman ketika mahasiswa itu mempresentasikan karyanya di depan kami, saya sebagai penelaah, dan 2 orang dosen pembimbing. Ketika giliran saya menyampaikan pertanyaan, saya bertanya singkat saja : ”Apakah skripsi ini anda buat sendiri ?”. Aneh bin ajaib, si mahasiswa menjawab dengan sangat polos : ”Nggak Pak !”. Hehe. Maka, meluncurlah cerita yang sangat jujur, bahwa ia merasa sudah mentok, pernah patah hati kemudian cuti kuliah beberapa semester. Sementara orang tua tidak tahu, tapi terus mengultimatum, ”kapan kamu wisuda? Ini semester terakhir lho ! setelah ini nggak ada kiriman lagi !”. Maka, jasa pembuat skripsi yang iklannya ada di koran-koran dengan label konsultasi dan pengolahan data, menjadi pilihan terakhirnya. ”Saya bingung Pak, tapi saya ingin lulus, jadi sarjana, menyenangkan orang tua,” katanya. Dosen pembimbingnya pun kaget campur geram. Mahasiswa ini memang tergolong bermasalah sejak awal. Belasan semester sudah dia habiskan di kampus. Tapi, dosen pembimbingnya tidak menyangka kalau skripsinya dibuatkan orang, karena waktu konsultasi biasa-biasa saja. Singkat cerita, sang mahasiswa dinyatakan tidak lulus, harus mengulang penelitian dari awal, dengan catatan ”benar-benar bikin sendiri!”. ”Sejelek apapun, tapi karya sendiri, itu lebih berharga, daripada menipu diri sendiri dan orang lain,” begitu nasihat dosen pembimbing. Melihat kepala mahasiswa tertunduk lunglai, saya pun mencoba memberi semangat bahwa dia bisa, dia hebat, asal jangan mengerdilkan jiwa. Dalam hati, lagi-lagi saya heran, ada orang ingin dapat gelar dengan cara pintas.</p>
<p>Lantas, apa sebenarnya makna gelar? Bukan hanya gelar akademis, gelar apa saja ! Sekedar hiasan, status sosial, alat pemasaran, punya konsekuensi ekonomis, atau semacam sistem tanda yang menjamin bahwa si pemilik bukan orang main-main. Repotnya bila orang mati-matian mengejar gelar, bagaimanapun caranya, atau malah menggelari diri sendiri, padahal ketika disandingkan dengan nama, gelar itu gak matching gitu loh&#8230;Ini yang berat. Pelajaran paling indah telah tertoreh pada sejarah nabi kita yang Agung, Muhammad SAW. Di zaman itu orang juga biasa memberi gelar. Tapi gelar itu diberi karena pembuktian di masyarakat, bukan mengarang sendiri, apalagi membeli. Rasululloh SAW diberi gelar Al-Amin, karena beliau memang sangat bisa dipercaya. Abu Bakar digelari Ash Shiddiq karena selalu benar, membenarkan dan dibenarkan. Umar bin Khattab bergelar Al Faruq karena sosoknya yang tegar, tegas, keras, tak kenal takut. Demikian juga dengan ’Utsman bin Affan dihadiahi gelar Dzun Nurain, si pemalu yang berakhlaq mulia, Khalid bin Walid punya gelar Saifullah, Pedang Allah, dan seterusnya. Semua punya gelar, tapi mereka memperolehnya dengan pembuktian yang mendalam, bukan sekedar simbol tampa makna.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang gelar, saya jadi malu sendiri. Ketika diundang untuk sharing dalam sebuah workshop komunikasi dan pendidikan di Ngawi bulan Juli lalu, saya kaget dan geli ketika di backdrop acara, selain nama acara dan penyelenggara, terpampang besar-besar nama saya dengan embel-embel gelar yang bikin seram. Dr,H,M.Si. Waduh. Saya merasa nggak nyaman dan langsung protes sama ketua panitia. ”Sampeyan kan tahu, saya masih sekolah, belum Dr, gimana nih..?” Lagipula, kalau nggak pake gelar-gelaran seperti itu gimana sih..Apa omongan kita nggak dipercaya orang, kalau nggak pake gelar yang berderet-deret. Jadi beban malah, gelar macam-macam, ilmu nggak ada.  ”Tenang aja Pak, itu do’a dari kami, jadi jangan diralat,” katanya santai. Nah..! (**Subhan Afifi)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=73&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/07/cara-cepat-dapat-gelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhanafifi.files.wordpress.com/2009/08/azzam-wisuda.jpg?w=225" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arti Perawan</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/04/arti-perawan/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/04/arti-perawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 06:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/04/arti-perawan</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Azzam, anak sulung saya, ketika berusia 7 tahun bertanya pada ibunya, &#8220;Ummi, perawan itu apa sih..?&#8221;. Sang bunda bingung mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab. &#8220;Ehm..perawan itu artinya belum pernah menikah&#8230;ehm,,,&#8221;. &#8220;Bukan itu maksudnya&#8230;&#8221; tukas Azzam sambil memperlihatkan sebuah berita dari tabloid olahraga kegemarannya : &#8220;Mampukah Penjaga Gawang itu Menjaga Gawangnya tetap Perawan..?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=72&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Suatu hari Azzam, anak sulung saya, ketika berusia 7 tahun bertanya pada ibunya, &#8220;Ummi, perawan itu apa sih..?&#8221;. Sang bunda bingung mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab. &#8220;Ehm..perawan itu artinya belum pernah menikah&#8230;ehm,,,&#8221;. &#8220;Bukan itu maksudnya&#8230;&#8221; tukas Azzam sambil memperlihatkan sebuah berita dari tabloid olahraga kegemarannya : &#8220;Mampukah Penjaga Gawang itu Menjaga Gawangnya tetap Perawan..?</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=72&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/08/04/arti-perawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Calon Dekan FISIP Mendengar</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/17/calon-dekan-fisip-mendengar/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/17/calon-dekan-fisip-mendengar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 06:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/17/calon-dekan-fisip-mendengar</guid>
		<description><![CDATA[FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta sedang punya gawe. Memilih ”Bapak” baru, menggantikan Drs Susanta, M.Si yang sudah 2 periode berturut-turut menjadi dekan. 5 orang kandidat sukses melewati tahapan pra pemilihan. Mereka adalah : Dr Meilan Sugiarto, M.Si (Jurusan Administrasi Bisnis), Agung Prabowo,M.Si (Jurusan Ilmu Komunikasi), Hikmatul Akbar,M.Si (Jurusan Ilmu Hubungan Internasional), Edwi Arief Sosiawan,M.Si (Jurusan Ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=71&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta sedang punya gawe. Memilih ”Bapak” baru, menggantikan Drs Susanta, M.Si yang sudah 2 periode berturut-turut menjadi dekan. 5 orang kandidat sukses melewati tahapan pra pemilihan. Mereka adalah : Dr Meilan Sugiarto, M.Si (Jurusan Administrasi Bisnis), Agung Prabowo,M.Si (Jurusan Ilmu Komunikasi), Hikmatul Akbar,M.Si (Jurusan Ilmu Hubungan Internasional), Edwi Arief Sosiawan,M.Si (Jurusan Ilmu Komunikasi) dan Asep Saipudin,M.Si (Jurusan Ilmu Hubungan Internasional).<span id="more-71"></span></p>
<p>Kalau dilihat dari jumlah calon, ini kandidat terbanyak sepanjang sejarah FISIP. Mereka berlima juga berasal dari ke-3 jurusan yang ada, sehingga diperkirakan kompetisi diantara mereka akan berlangsung ketat. Apalagi mulai periode ini, para tenaga administrasi memiliki hak suara yang penuh untuk memilih, one man one vote. Mahasiswa melalui HMJ dan BEM juga diberikan suara untuk menentukan.</p>
<p>Kamis kemarin (16/7), saya mengikuti pemaparan visi misi para calon dekan itu. Saya mencatat kelimanya punya visi misi dan program yang sama-sama bagus. Namanya juga visi misi dan program, pasti ideal semua. Semuanya ingin menjadikan FISIP lebih baik dan semakin punya daya saing, diantaranya melalui pembenahan manajamen internal dan pelayanan, peningkatan kesejahteraan, pengembangan kualitas akademik, penguatan kerjasama, dan sebagainya. Beberapa yang spesifik dan terbilang ”baru”, setidaknya menurut catatan saya, ada beberapa : Pak Meilan ingin bikin career center, Pak Agung menekankan sinergi dan kebersamaan untuk menjadikan FISIP semakin punya reputasi di tingkat nasional dan internasional, Pak Hikmatul ingin kembali membenahi dari hal-hal yang kecil dan riil, Pak Edwi punya niat mewujudkan cyber faculty, dan Pak Asep ingin menjadikan lulusan punya soft skill dan keunggulan. Tentu semuanya sangat prospektif dan menjanjikan.</p>
<p>Sebagai warga FISIP, saya sangat menghargai gagasan brilian para kandidat untuk mewujudkan fakultas ini jadi lebih unggul. Bukan apa-apa, saat ini, dan InsyaAllah seterusnya, ibadah dan hidup saya, salah satunya ada di sini. Jadi, sangat wajar kalau saya ingin segalanya lebih baik. Dan itu semuanya, sangat ditentukan oleh pemimpin. Dalam bayangan saya, selain masalah kompetensi alias profesionalisme, dan hal-hal idial lainnya yang sudah banyak disebut, dan juga terlontar dalam penyampaian visi misi kemarin, pemimpin harus punya ”pendengaran” yang baik. Dia harus punya tabiat, lebih banyak mendengarkan, daripada minta didengarkan. Efeknya tentu bisa kemana-mana, dia akan lebih banyak ngewongke daripada minta diwongke, melayani daripada minta dilayani, serta membersamai daripada meninggalkan.. Orang yang banyak mendengar, biasanya lebih sabar dan selalu ingin bekerja dengan rekan-rekannya dalam super team, dan tidak ingin jadi superman.</p>
<p>Seorang kawan dosen, setelah pemaparan visi misi kemarin, secara terus terang menyatakan akan memilih Pak X. ’Kenapa?” tanya kawan di sebelah saya. ”Selama ini, selain kerjanya bagus, dia nggak gampang marah,” katanya. Ooooo.. Bagaimana menurut anda ?</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=71&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/17/calon-dekan-fisip-mendengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulang Kampung</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/12/pulang-kampung/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/12/pulang-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 13:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/12/pulang-kampung</guid>
		<description><![CDATA[Walau kalah, saya menaruh hormat dan apresiasi mendalam untuk Jusuf Kalla. “Namanya aja Yusuf Kalla(h), seharusnya ganti Yusuf Menang dong,” kata Zulfa Athifah, 7 tahun, puteri kedua saya. Meski Zulfa meledek, beliau tetap jadi profil salah seorang pemimpin yang saya. hormati Sederhana, lugas, apa adanya, dan tentu saja, “lebih cepat lebih baik”. Walau karena performance [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=70&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Walau kalah, saya menaruh hormat dan apresiasi mendalam untuk Jusuf Kalla. “Namanya aja Yusuf Kalla(h), seharusnya ganti Yusuf Menang dong,” kata Zulfa Athifah, 7 tahun, puteri kedua saya. Meski Zulfa meledek, beliau tetap jadi profil salah seorang pemimpin yang saya. hormati Sederhana, lugas, apa adanya, dan tentu saja, “lebih cepat lebih baik”. Walau karena performance seperti itu, Jusuf Kalla justeru dipersepsi kurang punya karisma, grusa-grusu dan tak pandai menebar pesona. Ketika debat capres putaran terakhir, saya terkesan dengan jawabannya ketika ditanya moderator, apa yang akan dilakukan kalau kalah dalam pilpres. “Kalau bukan saya yang terbaik, saya akan pulang kampung, mengurus masjid, mengurusi pendidikan dan perdamaian,” katanya mantap.</div>
<div style="text-align:justify;"><span id="more-70"></span></div>
<div style="text-align:justify;">“Pulang kampung”, lagi-lagi saya angkat topi untuk pilihan kata ini. Bagi siapapun, pulang kampung bermakna mendalam. Setelah terbang bebas, melanglang buana, suatu saat, seseorang ingin kembali pulang. Betapa bahagianya, kembali ke lingkungan yang pernah memberi kenangan tak bertepi. Persis dengan rasa suka cita saya dan kawan-kawan SMA yang berjumpa kembali, setelah 17 tahun tak berjumpa. Setelah bertebaran di mana-mana, dari Doha hingga Tarakan, dari kota-kota besar di jantung Eropa dan Asia, hingga kota-kota bersahaja di berbagai pelosok negeri, semuanya merasa ingin “pulang”. “Pulang kampung” tak sekedar bermakna kembali ke masa lalu nan penuh nostalgia, tetapi lebih pada menuju “masa depan” karena ingin memberi kontribusi agar jadi lebih baik.</p>
<p>Rasa-rasanya, saya pun ingin memberikan sesuatu yang berarti untuk kampung halaman. Walau bingung juga mana sebenarnya kampung saya. Ada beberapa kota yang dekat dan berhubungan dengan saya. Ibu saya yang asli Muntilan Magelang telah puluhan tahun diboyong Ayah saya yang kelahiran Taliwang Sumbawa ke Bumi Gora, NTB sana. Saya sendiri kelahiran Sumbawa Besar, meski cuma numpang lahir. Masa kecil hingga SMP terlewati di Mataram. SMA di Jogja, kuliah di Semarang dan Jakarta, hingga kembali ke Jogja dan beranak pinak di sini. Setelah Ayah dan Bunda saya wafat, saya mencoba terus berbakti kepada keduanya dengan bersilaturrahmi dengan sanak kerabat di kota-kota itu, terutama Muntilan, Mataram dan Taliwang.</p>
<p>Ketika saya pulang ke kampung ayah di Taliwang beberapa waktu lalu, saya punya mimpi untuk melakukan sesuatu di sana. Inginnya sih seperti Jusuf Kalla, “Mengurus Masjid, Mengurusi Pendidikan”. Pulang kampung tak selalu berarti pulang secara fisik. Tapi komitmen dan kepedulian yang wajib di pulangkan. Siapa tahu, itu semua yang bisa diandalkan, ketika suatu saat nanti kita benar-benar pulang kampung dalam arti sesungguhnya : pulang ke negeri akhirat. Wallahu’alam.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=70&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/07/12/pulang-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Launching Jurnal IJCS Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/launching-jurnal-ijcs-komunikasi-fisip-upn-%e2%80%9cveteran%e2%80%9d-yogyakarta/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/launching-jurnal-ijcs-komunikasi-fisip-upn-%e2%80%9cveteran%e2%80%9d-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 07:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/launching-jurnal-ijcs-komunikasi-fisip-upn-%e2%80%9cveteran%e2%80%9d-yogyakarta</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 20 Mei 2009, jam 08.00-12.00 WIB, jurusan Ilmu Komunikasi UPN ”Veteran” Yogyakarta mengadakan seminar dengan tema ”Trends and Challenges in Communication Research”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Seminar FISIP UPN ”Veteran” Yogyakarta, Gedung Agus Salim, Jalan Babarsari No.2 Yogyakarta. Seminar ini diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi, peneliti dan mahasiswa. Seminar ini diadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=67&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Rabu, 20 Mei 2009, jam 08.00-12.00 WIB, jurusan Ilmu Komunikasi UPN ”Veteran” Yogyakarta mengadakan seminar dengan tema ”Trends and Challenges in Communication Research”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Seminar FISIP UPN ”Veteran” Yogyakarta, Gedung Agus Salim, Jalan Babarsari No.2 Yogyakarta. Seminar ini diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi, peneliti dan mahasiswa.<span id="more-67"></span></p>
<p>Seminar ini diadakan dalam rangka peluncuran Jurnal Internasional ”The Indonesian Journal of Communication Studies”, (IJCS) yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi UPN ”Veteran” Yogyakarta. Jurnal berbahasa Inggris bidang komunikasi pertama di Indonesia ini melibatkan penyunting ahli (mitra bestari) dari beberapa negara, yaitu : Australia, Malaysia, Thailand dan Indonesia sendiri. Jurnal IJCS Diterbitkan 2 kali setahun, berisi artikel ilmiah hasil penelitian dan kajian teoritis bidang ilmu komunikasi, seperti : media dan jurnalisme, periklanan, public relations, komunikasi interpersonal, komunikasi internasional, komunikasi lintas budaya, cultural studies, dan sebagainya. Pembaca jurnal ini adalah para akademisi, peneliti, praktisi dan mahasiswa ilmu komunikasi, baik tingkat sarjana maupun pascasarjana. Jurnal ini didistribusikan di Indonesia, dan beberapa negara lain seperti : Malasyia, Singapura, Thailand, Australia, dan sebagainya. Penulis jurnal juga berasal dari berbagai universitas dan instansi dari berbagai negara.</p>
<p>3 orang pembicara, hadir dalam seminar itu. Mereka adalah : Dr Abu Hassan Hasbullah (University of Malaya Kuala Lumpur, Malaysia), Dr Hermin Indah Wahyuni (Universitas Gadjah Mada) dan  Basuki Agus Suparno, M.Si. Dr Abu Hassan memberikan pemaparan tentang “Future Studies Perspective in Communication   Research”. Menurutnya,  Studi masa depan (future studies) dapat digunakan sebagai salah satu perspektif dalam penelitian komunikasi. Perspektif ini digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan fenomena dan data dalam dunia komunikasi. Prediksi dan strategi apa yang akan diambil untuk menghadapi masa depan dapat dibuat dengan menggunakan perspektif future studies. Dr Hermin mempresentasikan makalah yang berjudul     “Global Trends in Communication Research. Menurutnya,  kecenderungan dan tantangan penelitian komunikasi ditentukan oleh isu-isu komunikasi yang berkembang, aspek teori dan metodologi yang bersifat dinamis. Peneliti komunikasi harus terus mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia global, agar tidak tertinggal. Sementara itu, Basuki Agus, M.Si, sebagai wakil dari komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta memperesentasikan “The Implications of Communication Axioms  In Research Methodology. Basuki menjelaskan bahwa aksioma dalam ilmu komunikasi memberikan implikasi pada perspektif dan metodologi penelitian komunikasi. Misalnya apakah komunikasi dipahami sebagai proses transmisi dan penerimaan informasi, ataukah sebagai pencipta makna. ”Peneliti komunikasi harus memahami aksioma yang melandasi penelitiannya, sehingga tepat dalam menggunakan perspektif teori dan metodologi,” jelasnya dalam bahasa Inggris yang fasih.</p>
<p>Sebagai ketua penyunting (editor in Chief) IJCS, saya menyampaikan rasa syukur mendalam karena acara ini berlangsung sukses. Tentu juga berkat kerjasama teman-teman pengelola IJCS, panitia dan pihak sponsor. Semoga menjadi salah satu kontribusi kami untuk menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat, dan pada akhirnya nanti menjadi pemberat amal kebajikan yang tak putus balasannya. Amin… (***Subhan Afifi)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=67&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/launching-jurnal-ijcs-komunikasi-fisip-upn-%e2%80%9cveteran%e2%80%9d-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Workshop Penulisan di Purwodadi</title>
		<link>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/workshop-penulisan-di-purwodadi/</link>
		<comments>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/workshop-penulisan-di-purwodadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 07:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhanafifi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/workshop-penulisan-di-purwodadi</guid>
		<description><![CDATA[Dinamika pendidikan di negeri ini kadang menggelikan. Kesenjangan kualitas dan aktivitas pencerahan bagi masyarakat antara satu daerah dengan daerah lain terasa jelas. Di sebuah daerah di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, misalnya, menurut penuturan seorang rekan trainer, sama sekali belum pernah diadakan seminar publik, bahkan sejak sejarah berdirinya republik. Ketika rekan tersebut diundang atas prakarsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=66&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Dinamika pendidikan di negeri ini kadang menggelikan. Kesenjangan kualitas dan aktivitas pencerahan bagi masyarakat antara satu daerah dengan daerah lain terasa jelas. Di sebuah daerah di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, misalnya, menurut penuturan seorang rekan trainer, sama sekali belum pernah diadakan seminar publik, bahkan sejak sejarah berdirinya republik. Ketika rekan tersebut diundang atas prakarsa Fahma Training Centre dan penggiat pendidikan Hidayatullah di sana, maka seminar itu menjadi yang pertama dan satu-satunya.<span id="more-66"></span></p>
<p>Bulan Mei lalu, rekan-rekan dari Sekolah Integral Lukman Al Hakim Hidayatullah Purwodadi menggagas sebuah event pameran buku. Acara ini menurut, Basori, SPd, kepala sekolah, sekaligus ketua panita, merupakan acara yang pertama di adakan di Purwodadi. Menggandeng Giant, Event Organizer  asal Jogja, sekolah tersebut sukses menghadirkan penerbit-penerbit buku besar yang sebelumnya ragu, apakah masyarakat Purwodadi antusias dengan pameran buku. Rupanya, keraguan itu tertepiskan dengan besarnya animo masyarakat untuk mengunjungi pameran itu. Bupati beserta jajarannya juga mendukung penuh kegiatan itu. Masyarakat di daerah-daerah rupa-rupanya haus dengan kegiatan yang mencerahkan, tinggal menunggu penggerak dan pionirnya saja. Rekan-rekan di SDIT Hidayatullah Purwodadi rupanya mengambil peran itu. Ini harus diapresiasi.</p>
<p>Sebagai rangkaian acara book fair, panitia menggelar beberapa seminar dan workshop, seperti Training for Exellent Life untuk guru, Training kepemimpinan dan Training Penulisan untuk pemuda/pelajar. Saya kebagian diundang untuk berbagi dalam training penulisan. Selama 1 hari penuh, tanggal 22 Mei 2009, Alhamdulillah, saya berkesempatan membersamai para pemuda/pelajar Purwodadi  untuk berlatih menulis. Anak-anak gaul Purwodadi itu luar biasa, sangat antusias untuk mengembangkan kemampuan menulis. Beberapa diantara mereka juga sudah terbiasa menulis dengan media blog. Mereka adalah para calon penulis handal. Saya senang bisa berbagi dengan mereka, anak muda yang sangat pede dengan masa depannya. Terimakasih Purwodadi ! (***Subhan Afifi)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhanafifi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhanafifi.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhanafifi.wordpress.com&amp;blog=559991&amp;post=66&amp;subd=subhanafifi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhanafifi.wordpress.com/2009/05/24/workshop-penulisan-di-purwodadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3dab6490bc4a268c4c904f38ee00c9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">subhanafifi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
